BEST LUCK
Main cast : - Kim Jong Dae a.k.a Chen EXO
-
Yoo Min Rae
Suport cast : - All member EXO OT 9
Genre : Life school
Entah mengapa setiap
kau berjalan di hadapanku semuanya terasa berhenti berputar. Semuanya berjalan
menjadi lambat. Aku tak pernah bisa mengalihkan pandanganku dari dirimu. Kau
seperti magnet yang kuat, menarikku supaya terus mendekatimu. Kau adalah magnet
cintaku.
Y∞Y
Sekelompok remaja laki-laki sedang bermain basket di
lapangan sekolah saat waktu istirahat. Mereka adalah siswa-siswa popular di
sekolahnya. Tak bisa dielak, kepopuleran mereka tidak perlu dipertanyakan lagi.
Saat kau bertanya salah satu dari dari 9 laki-laki itu semua orang akan
memberitahumu siapa mereka. Tak ada yang tak kenal dengan mereka. Itu sudah
jelas.
“Hei
Sehun lempar bolanya kepadaku!” ucap namja jangkung dengan suara beratnya.
“Baiklah
tangkap ini!” ucap Sehun sambil melempar bola basket dan ditangkap oleh
Chanyeol.
Chanyeol pun memasukkan bola basket
ke dalam ring. Lalu terdengar sorak sorai yeoja-yeoja di pinggir lapang yang
meneriakan nama Chanyeol. Seakan-akan mereka sedang menonton langsung permaian
basket NBA dan Chanyeol adalah atlit kebanggaan mereka.
Chen
POV
Kami hanya bermain basket. Hanya
sekedar memantulkan bola ke lapangan lalu memasukkannya ke dalam ring. Ini
bukanlah pertandingan sungguhan, bahkan kami sedang tidak bertanding. Tapi
mengapa yeoja-yeoja itu mengerumuni kami dan berteriak histeris seolah sedang
menonton pertandingan basket. Jujur saja aku merasa risih dengan hal ini. Aku
tahu, aku dan kedelapan sahabatku memang siswa yang popular tapi itu bukan
berarti kami harus dibuntuti, dikerumuni, dan dikejar-kejar oleh siswa lain,
terutama siswa yeoja.
Ah apa kalian mengenalku? ^^ pasti
belum. Baiklah akan aku perkenalkan diriku. Namaku Kim Jong Dae tapi kalian
bisa memanggilku Chen. Mungkin terdengar aneh, tapi sahabat-sahabatku sangat
suka memanggilku Chen, aku juga tak merasa keberatan. Aku adalah siswa di salah
satu sekolah menengah atas terbaik di Seoul. Tahun ini adalah tahun pertamaku
tapi aku sudah sangat popular melebihi sunbae-sunbaeku. Bukan ingin
menyombongkan diri, tapi itu memang kenyataannya. Sebenarnya bukan hanya aku
yang popular tapi sahabat-sahabatku. Kami membentuk sebuah kelompok yang kami beri
nama EXO. Kalian ingin tahu siapa saja anggota EXO? Ah kalian akan tahu
selanjutnya ^^
“Hei Min Rae kau tahu katanya kelas
vokal nanti kita akan dibagi menjadi kelompok oleh Kim songsaenim..” ucap
seorang gadis yang berjalan di samping lapangan.
Deg!!
‘Min
Rae?! Min Rae? Nama itu? Siapa yang menyebut nama itu? Apa Min Rae ada di
sini?’
Itu dia. Dia, Yoo Min Rae, gadis yang sekelas
denganku di kelas 10B. Gadis tercantik yang pernah aku temui. Biar kuberitahu
kalian, tapi tolong jaga rahasia ini, jangan sampai ada yang tahu, oke? Sebenarnya
aku menyukai Min Rae. Aku benar-benar menyukainya bahkan saat kami baru pertama
bertemu beberapa bulan lalu di sekolah ini. Dan saat pembagian kelas aku
benar-benar sangat senang bisa sekelas dengannya. Bukankah itu sebuah
keberuntungan dan takdir lah yang sudah mempertemukan kami.
“Benarakah seperti itu? Siapa ya kira-kira
yang akan menjadi teman kelompokku?” ucap Min Rae kepada temannya
“Dia
pasti adalah yeoja terpintar di kelas kita. Sama pintarnya dengan dirimu. Atau
dia adalah namja paling tampan di kelas kita. Kim songsaenim pasti memilihkan
pasangan terbaik untuk murid kesayangannya” ucap gadis itu menggoda Min Rae.
“Dari
mana kau tahu huh? Memangnya kau yang memilih atau kau adalah peramal? Kenapa
kau sangat percaya diri?” ucap Min Rae bergurau
“Percayalah
padaku Min Rae-ah, tebakanku tak pernah meleset” ucap gadis itu yakin
“Hahaha
baiklah kau sahabatku aku pasti mempercayaimu. Semua ucapanmu akan aku pegang.”
ucap Min Rae lalu tersenyum dan merangkul sahabatnya.
Aku menatapnya dari jauh. Caranya
berjalan begitu anggun, senyumnya yang manis dan matanya yang indah. Apa kalian
dengar suaranya itu? Suaranya begitu halus. Tak pernah aku bertemu gadis sebaik
dirinya. Aku merasa kehilangan keseimbanganku. Rasanya aku ingin pingsan.
“Chen
tangkap bolanya!” seru Baekhyun sambil melempar bola
“A-apa?
Tunggu aku belum..”
DUUGGG!!!
Arghh…
Jidatku terasa sakit, kepalaku pusing, aku tak bisa membuka mataku. Ini terlalu
sakit.
“Chen..
Chen.. Bangunlah kau baik-baik saja?”
“Eunghh”
hanya itu yang bisa kukatakan.
Aku belum bisa membuka mataku. Perlahan-lahan
kupaksakan membuka mataku. Suho hyung, sedang apa dia menatapku seperti itu? Dan kenapa aku tidur di lapangan? Apa yang terjadi?
“Chen
kau baik-baik saja? Apa kau terluka? Apa ada yang sakit? Mau ku antar ke UKS?”
puluhan pertanyaan meluncur dari mulut Baekhyun yang terlihat sangat khawatir.
“Aku
tidak apa-apa, hanya sedikit pusing tidak usah ke UKS” ucapku sambil memegangi
kepalaku
“Kau
yakin tak perlu kami antar ke UKS?” kini giliran Xiumin hyung yang bertanya.
“Ya
tentu! Sebentar lagi pusingnya juga hilang” ucapku memberi kepastian agar
sahabat-sahabatku tak khawatir.
“Baiklah
sebaiknya antarkan Chen ke kelasnya. Sebentar lagi bel masuk, jadi kita harus
berada di kelas sebelum songsaenim tiba duluan.” perintah Suho hyung.
“Biar
aku yang mengantar Chen ke kelasnya, kebetulan kelas kami bersebelahan.” ucap
Baekhyun menawarkan diri.
“Baiklah
kalo begitu semuanya sampai berjumpa besok di sekolah. Bye bye” ucap Xiumin
hyung lalu mereka pun bubar menuju kelas mereka masing-masing.
AUTHOR
POV
Seorang namja sedang menuntun temannya berjalan
melewati lorong sekolah yang sudah mulai sepi karena memang bel sudah berbunyi
sejak tadi. Dengan jalan yang sedikit dipercepat agar mereka tidak dimarahi
oleh guru karena datang terlambat akhirnya mereka pun berhenti di depan sebuah
kelas.
“Kita
sudah sampai di depan kelasmu Chen.” ucap namja dengan eyeliner tebalnya, sebut
saja Baekhyun.
“Ah
iya terima kasih Baek sudah mengantarku.” ucap Chen yang masih
mengerjap-ngerjapkan matanya. Mungkin kepalanya masih keleyengan.
“Sama-sama.
Kau yakin tak ingin ke UKS saja? Aku takut kau tak bisa berkonsentrasi saat
pembelajaran. Sekali lagi aku minta maaf sudah melempar bola ke kepalamu.” ucap
Baekhyun sungguh-sungguh..
“Sudahlah
Baek kau jangan jadi lebay begini. Lagi pula aku tidak apa-apa. Masuklah ke
kelasmu, nanti kau dimarahi guru karena terlambat.” ucap Chen.
“Baiklah
aku akan pergi tapi kau masuklah duluan ke kelasmu. Aku belum tenang kalo kau
belum masuk ke kelas dengan keadaan sehat walafiat.” ucap Baekhyun dengan nada gurau
tapi masih terlihat guratan kekhawatirannya.
“Aishh..
Benar-benar anak ini. Baiklah. Lihat?! Aku sudah di dalam kelas kan. Sekarang
masuk lah ke kelasmu Byun Baekhyun!” ucap Chen bertingkah seperti orang kesal
tapi masih tetap tersenyum kepada Baekhyun.
“Baiklah
baiklah Kim Jong Dae aku akan masuk ke kelasku. Sampai nanti oke? Bye” lalu
Baekhyun pun berlari masuk ke kelasnya yang bersebelahan dengan kelas Chen.
Setelah
Baekhyun lenyap dari hadapannya Chen pun berjalan menuju kursinya. Tapi belum
sampai ia ke tempat duduknya, kakinya berhenti melangkah. Matanya yang hitam
menangkap sosok bayangan gadis yang sedang duduk di kursinya sambil membaca
buku.
‘Ada
apa dengan jantungku? kenapa rasanya sakit. Tapi ini bukan sakit yang mebuatku
ingin menangis, ini sakit yang mebuatku selalu tersenyum, selalu terbakar api
emosi yang entah dari mana asalnya. Apa yang terjadi?’ ucap Chen membatin.
Bersambung…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar