Minggu, 28 Agustus 2016

Best Luck

BEST LUCK
Main cast         : - Kim Jong Dae a.k.a Chen EXO
-          Yoo Min Rae
Suport cast      : - All member EXO OT 9
Genre              : Life school


Entah mengapa setiap kau berjalan di hadapanku semuanya terasa berhenti berputar. Semuanya berjalan menjadi lambat. Aku tak pernah bisa mengalihkan pandanganku dari dirimu. Kau seperti magnet yang kuat, menarikku supaya terus mendekatimu. Kau adalah magnet cintaku.
YY
Sekelompok remaja laki-laki sedang bermain basket di lapangan sekolah saat waktu istirahat. Mereka adalah siswa-siswa popular di sekolahnya. Tak bisa dielak, kepopuleran mereka tidak perlu dipertanyakan lagi. Saat kau bertanya salah satu dari dari 9 laki-laki itu semua orang akan memberitahumu siapa mereka. Tak ada yang tak kenal dengan mereka. Itu sudah jelas.
“Hei Sehun lempar bolanya kepadaku!” ucap namja jangkung dengan suara beratnya.
“Baiklah tangkap ini!” ucap Sehun sambil melempar bola basket dan ditangkap oleh Chanyeol.
            Chanyeol pun memasukkan bola basket ke dalam ring. Lalu terdengar sorak sorai yeoja-yeoja di pinggir lapang yang meneriakan nama Chanyeol. Seakan-akan mereka sedang menonton langsung permaian basket NBA dan Chanyeol adalah atlit kebanggaan mereka.

Chen POV
            Kami hanya bermain basket. Hanya sekedar memantulkan bola ke lapangan lalu memasukkannya ke dalam ring. Ini bukanlah pertandingan sungguhan, bahkan kami sedang tidak bertanding. Tapi mengapa yeoja-yeoja itu mengerumuni kami dan berteriak histeris seolah sedang menonton pertandingan basket. Jujur saja aku merasa risih dengan hal ini. Aku tahu, aku dan kedelapan sahabatku memang siswa yang popular tapi itu bukan berarti kami harus dibuntuti, dikerumuni, dan dikejar-kejar oleh siswa lain, terutama siswa yeoja.
            Ah apa kalian mengenalku? ^^ pasti belum. Baiklah akan aku perkenalkan diriku. Namaku Kim Jong Dae tapi kalian bisa memanggilku Chen. Mungkin terdengar aneh, tapi sahabat-sahabatku sangat suka memanggilku Chen, aku juga tak merasa keberatan. Aku adalah siswa di salah satu sekolah menengah atas terbaik di Seoul. Tahun ini adalah tahun pertamaku tapi aku sudah sangat popular melebihi sunbae-sunbaeku. Bukan ingin menyombongkan diri, tapi itu memang kenyataannya. Sebenarnya bukan hanya aku yang popular tapi sahabat-sahabatku. Kami membentuk sebuah kelompok yang kami beri nama EXO. Kalian ingin tahu siapa saja anggota  EXO? Ah kalian akan tahu selanjutnya ^^
            “Hei Min Rae kau tahu katanya kelas vokal nanti kita akan dibagi menjadi kelompok oleh Kim songsaenim..” ucap seorang gadis yang berjalan di samping lapangan.
Deg!!
‘Min Rae?! Min Rae? Nama itu? Siapa yang menyebut nama itu? Apa Min Rae ada di sini?’
Itu dia. Dia, Yoo Min Rae, gadis yang sekelas denganku di kelas 10B. Gadis tercantik yang pernah aku temui. Biar kuberitahu kalian, tapi tolong jaga rahasia ini, jangan sampai ada yang tahu, oke? Sebenarnya aku menyukai Min Rae. Aku benar-benar menyukainya bahkan saat kami baru pertama bertemu beberapa bulan lalu di sekolah ini. Dan saat pembagian kelas aku benar-benar sangat senang bisa sekelas dengannya. Bukankah itu sebuah keberuntungan dan takdir lah yang sudah mempertemukan kami.
             “Benarakah seperti itu? Siapa ya kira-kira yang akan menjadi teman kelompokku?” ucap Min Rae kepada temannya
“Dia pasti adalah yeoja terpintar di kelas kita. Sama pintarnya dengan dirimu. Atau dia adalah namja paling tampan di kelas kita. Kim songsaenim pasti memilihkan pasangan terbaik untuk murid kesayangannya” ucap gadis itu menggoda Min Rae.
“Dari mana kau tahu huh? Memangnya kau yang memilih atau kau adalah peramal? Kenapa kau sangat percaya diri?” ucap Min Rae bergurau
“Percayalah padaku Min Rae-ah, tebakanku tak pernah meleset” ucap gadis itu yakin
“Hahaha baiklah kau sahabatku aku pasti mempercayaimu. Semua ucapanmu akan aku pegang.” ucap Min Rae lalu tersenyum dan merangkul sahabatnya.
            Aku menatapnya dari jauh. Caranya berjalan begitu anggun, senyumnya yang manis dan matanya yang indah. Apa kalian dengar suaranya itu? Suaranya begitu halus. Tak pernah aku bertemu gadis sebaik dirinya. Aku merasa kehilangan keseimbanganku. Rasanya aku ingin pingsan.
“Chen tangkap bolanya!” seru Baekhyun sambil melempar bola
“A-apa? Tunggu aku belum..” 
DUUGGG!!!
            Arghh… Jidatku terasa sakit, kepalaku pusing, aku tak bisa membuka mataku. Ini terlalu sakit.
“Chen.. Chen.. Bangunlah kau baik-baik saja?”
“Eunghh” hanya itu yang bisa kukatakan.
Aku belum bisa membuka mataku. Perlahan-lahan kupaksakan membuka mataku. Suho hyung, sedang apa dia menatapku seperti itu? Dan kenapa aku tidur di lapangan? Apa yang terjadi?
“Chen kau baik-baik saja? Apa kau terluka? Apa ada yang sakit? Mau ku antar ke UKS?” puluhan pertanyaan meluncur dari mulut Baekhyun yang terlihat sangat khawatir.
“Aku tidak apa-apa, hanya sedikit pusing tidak usah ke UKS” ucapku sambil memegangi kepalaku
“Kau yakin tak perlu kami antar ke UKS?” kini giliran Xiumin hyung yang bertanya.
“Ya tentu! Sebentar lagi pusingnya juga hilang” ucapku memberi kepastian agar sahabat-sahabatku tak khawatir.
“Baiklah sebaiknya antarkan Chen ke kelasnya. Sebentar lagi bel masuk, jadi kita harus berada di kelas sebelum songsaenim tiba duluan.” perintah Suho hyung.
“Biar aku yang mengantar Chen ke kelasnya, kebetulan kelas kami bersebelahan.” ucap Baekhyun menawarkan diri.
“Baiklah kalo begitu semuanya sampai berjumpa besok di sekolah. Bye bye” ucap Xiumin hyung lalu mereka pun bubar menuju kelas mereka masing-masing.

AUTHOR POV
Seorang namja sedang menuntun temannya berjalan melewati lorong sekolah yang sudah mulai sepi karena memang bel sudah berbunyi sejak tadi. Dengan jalan yang sedikit dipercepat agar mereka tidak dimarahi oleh guru karena datang terlambat akhirnya mereka pun berhenti di depan sebuah kelas.
“Kita sudah sampai di depan kelasmu Chen.” ucap namja dengan eyeliner tebalnya, sebut saja Baekhyun.
“Ah iya terima kasih Baek sudah mengantarku.” ucap Chen yang masih mengerjap-ngerjapkan matanya. Mungkin kepalanya masih keleyengan.
“Sama-sama. Kau yakin tak ingin ke UKS saja? Aku takut kau tak bisa berkonsentrasi saat pembelajaran. Sekali lagi aku minta maaf sudah melempar bola ke kepalamu.” ucap Baekhyun sungguh-sungguh..
“Sudahlah Baek kau jangan jadi lebay begini. Lagi pula aku tidak apa-apa. Masuklah ke kelasmu, nanti kau dimarahi guru karena terlambat.” ucap Chen.
“Baiklah aku akan pergi tapi kau masuklah duluan ke kelasmu. Aku belum tenang kalo kau belum masuk ke kelas dengan keadaan sehat walafiat.” ucap Baekhyun dengan nada gurau tapi masih terlihat guratan kekhawatirannya.
“Aishh.. Benar-benar anak ini. Baiklah. Lihat?! Aku sudah di dalam kelas kan. Sekarang masuk lah ke kelasmu Byun Baekhyun!” ucap Chen bertingkah seperti orang kesal tapi masih tetap tersenyum kepada Baekhyun.
“Baiklah baiklah Kim Jong Dae aku akan masuk ke kelasku. Sampai nanti oke? Bye” lalu Baekhyun pun berlari masuk ke kelasnya yang bersebelahan dengan kelas Chen.
Setelah Baekhyun lenyap dari hadapannya Chen pun berjalan menuju kursinya. Tapi belum sampai ia ke tempat duduknya, kakinya berhenti melangkah. Matanya yang hitam menangkap sosok bayangan gadis yang sedang duduk di kursinya sambil membaca buku.
‘Ada apa dengan jantungku? kenapa rasanya sakit. Tapi ini bukan sakit yang mebuatku ingin menangis, ini sakit yang mebuatku selalu tersenyum, selalu terbakar api emosi yang entah dari mana asalnya. Apa yang terjadi?’ ucap Chen membatin.




Bersambung…